Ermera:Timor-Leste has launched its first road project using a new climate-resilient construction technology that officials hope will improve access to remote communities often cut off by heavy rain and deteriorating roads.
Oé-Cusse:Timor-Leste's Deputy Ombudsman for Human Rights, Maria Marilia da Costa, has visited the Uma Mahon Paz shelter in Oé-Cusse this week as part of efforts to monitor the protection of vulnerable women and children seeking refuge from violence.
DILI:The United Arab Emirates remains committed to supporting Timor-Leste's energy development and economic transformation through long-term partnerships, UAE Ambassador to Indonesia and Timor-Leste Abdulla Salem AlDhaheri said in a commentary published this week.
Timor-Leste:Timor-Leste's government is seeking parliamentary approval for a supplementary budget to fund a strategic fuel reserve and expand fuel subsidies, citing global economic uncertainty and concerns over energy security.
JJ Kusni di Timor-Leste: Ketika Persahabatan Lebih Bernilai dari Penghargaan
Oleh Dr. Jemi Renhart
Perjalanan Kusni Sulang atau JJ Kusni ke Timor-Leste pada Mei 2026 bukan sekadar perjalanan menghadiri seremoni kenegaraan. Di balik penghargaan Order of Timor-Leste yang diterimanya, tersimpan makna yang lebih besar: persahabatan, solidaritas, dan penghormatan terhadap nilai kemanusiaan yang melampaui batas negara. Di Dili, ketika Presiden Timor-Leste José Ramos-Horta dan Perdana Menteri Xanana Gusmão berdiri bersama seorang budayawan Dayak dari Kalimantan, yang hadir sesungguhnya bukan hanya pertemuan antarindividu, tetapi juga perjumpaan sejarah dan ingatan kolektif Asia Tenggara. Timor-Leste adalah bangsa yang lahir dari luka panjang perjuangan. Negeri itu memahami betul arti solidaritas dan arti keberanian berdiri bersama rakyat kecil di tengah tekanan sejarah. Karena itu, penghargaan kepada JJ Kusni tidak dapat dibaca hanya sebagai penghormatan formal negara kepada seorang tamu. Penghargaan tersebut merupakan pengakuan terhadap konsistensi seorang intelektual dan budayawan yang sepanjang hidupnya menjaga suara kemanusiaan, kebudayaan rakyat, dan persaudaraan lintas bangsa.

Di tengah dunia yang semakin pragmatis dan dipenuhi relasi berbasis kepentingan, perjalanan ini menghadirkan sesuatu yang terasa langka: persahabatan yang tumbuh karena kesetiaan pada nilai. Hal itu terlihat jelas ketika JJ Kusni menyerahkan tanda mata dari Tanah Dayak kepada Ramos-Horta dan Xanana Gusmão. Seorang kawan menyebut benda itu sebagai koleksi yang “nilainya tak terhingga”. Namun Kusni menjawab dengan sederhana, “Pertemanan lebih tak ternilai.” Kalimat pendek itu justru menjadi inti dari seluruh perjalanan ini. Ia menunjukkan bahwa bagi seorang budayawan, benda hanyalah simbol, sedangkan relasi antarmanusia adalah makna yang sesungguhnya. Dalam dunia modern yang sering mengukur segala sesuatu dengan materi dan popularitas, JJ Kusni mengingatkan bahwa warisan paling penting bukanlah kekayaan atau penghargaan, melainkan hubungan manusia yang dibangun dengan ketulusan. Yang lebih menarik, perjalanan ini juga memperlihatkan kegelisahan seorang budayawan terhadap masa depan kebudayaan rakyat. Di sela penghormatan yang diterimanya, JJ Kusni justru mempertanyakan apakah masih ada generasi yang mampu membuat karya seni rakyat seperti tanda mata yang ia bawa dari Tanah Dayak. Pertanyaan itu terdengar sederhana, tetapi sesungguhnya merupakan kritik yang mendalam terhadap zaman.

Modernitas memang membawa kemajuan teknologi, tetapi sering kali sekaligus mengikis ingatan budaya. Karya seni rakyat perlahan berubah menjadi barang pajangan, kehilangan konteks sosial dan spiritualnya. Padahal di balik karya-karya tradisional itu tersimpan filosofi hidup, identitas komunitas, dan cara manusia menjaga hubungan dengan alam dan sejarahnya. Kegelisahan JJ Kusni menunjukkan bahwa perjuangan kebudayaan belum selesai. Jika dahulu bangsa-bangsa di Asia Tenggara berjuang melawan kolonialisme fisik, maka hari ini perjuangannya adalah melawan hilangnya identitas budaya akibat arus globalisasi yang seragam. Karena itu, perjalanan JJ Kusni ke Timor-Leste sesungguhnya dapat dibaca sebagai bentuk diplomasi kebudayaan yang sunyi. Ia tidak datang membawa kekuatan politik atau ekonomi, melainkan membawa ingatan budaya Dayak, persahabatan, dan nilai kemanusiaan. Dalam banyak hal, diplomasi semacam ini justru lebih bertahan lama dibanding diplomasi formal negara. Hubungan antarbangsa sering kali menjadi kuat bukan hanya karena perjanjian politik, tetapi karena adanya hubungan personal yang tulus di antara manusia-manusia yang saling menghormati sejarah dan perjuangan masing-masing. Dokumentasi perjalanan ini juga menjadi penting. Foto-foto karya Armenio dari Media Affairs Kepresidenan Timor-Leste bukan sekadar dokumentasi acara seremonial. Ia telah berubah menjadi arsip sejarah tentang hubungan seorang tokoh Dayak Kalimantan dengan para pemimpin Timor-Leste. Di masa depan, foto-foto itu akan dibaca bukan hanya sebagai gambar pertemuan tokoh, tetapi sebagai penanda bahwa pernah ada persahabatan lintas bangsa yang dibangun di atas penghormatan terhadap perjuangan dan kebudayaan.

Pada akhirnya, perjalanan JJ Kusni ke Timor-Leste memperlihatkan bahwa seorang budayawan tidak hanya hidup di ruang sastra, diskusi intelektual, atau panggung kebudayaan. Seorang budayawan juga dapat menjadi jembatan kemanusiaan antarbangsa. Di Dili, JJ Kusni hadir bukan semata sebagai penerima penghargaan, melainkan sebagai saksi zaman yang terus percaya bahwa persahabatan, budaya rakyat, dan kemanusiaan adalah nilai yang lebih abadi daripada kekuasaan. Di tengah dunia yang semakin bising oleh konflik identitas dan persaingan politik, pesan itu terasa sangat relevan: bahwa pada akhirnya, yang paling diingat manusia bukanlah siapa yang paling berkuasa, melainkan siapa yang tetap menjaga persahabatan dan kemanusiaan ketika sejarah terus berubah. ***
* Pengajar Fakultas Kehutanan Universitas Palangka Raya, Kalaimantana Tengah.
DILI:The Timor-Leste government has submitted a supplementary 2026 state budget proposal to the National Parliament, seeking an additional US$101.1 million to address rising fuel costs and new government spending pressures.
DILI:Leaders from across Asia, Europe and the Pacific have paid tribute to Timor-Leste as the country marked the 24th anniversary of the restoration of its independence on May 20.
DILI:Timor-Leste’s government has approved a renewed nationwide suspension of martial arts and ritual arts activities following recent outbreaks of youth violence, including a fatal incident in the eastern municipality of Lautém, according to an official statement from the Council of Ministers.
Port Moresby, Papua New Guinea:Timor-Leste President José Ramos-Horta has called for stronger regional cooperation to confront escalating threats to the Pacific and Southeast Asian oceans, warning that climate change, marine degradation and plastic pollution pose existential risks to island nations.
DILI:Timor-Leste – Prime Minister Xanana Gusmão joined regional leaders this week at the 48th ASEAN Summit in Cebu, Philippines, as Timor-Leste continued expanding its role within Southeast Asia’s regional bloc.
DILI, Timor-Leste — President José Ramos-Horta has defended his engagement with a foreign businessman named in a recent The Guardian investigation, rejecting what he described as “unsubstantiated allegations” and warning against damaging the country’s reputation as an emerging investment destination.
DILI, Timor-Leste — The Government of Timor-Leste has said it will spend $168.8 million to buy 80 million litres of diesel to protect the country’s fuel supply
In a statement on Wednesday, Dili said the decision by Minister of Petroleum and Mineral Resources Francisco da Costa Monteiro was approved unanimously by the Council of Ministers meeting.
DILI: People in Timor-Leste will have access to a wider range of Australian television programs through a new partnership between Rádio e Televisão de Timor-Leste (RTTL) and PacificAus TV.
DILI: Half of the world’s children experience violence every year, according to global health leaders who say governments are failing to meet pledges to protect young people by 2030.